Kemendikbudristek RI Menyelenggarakan Skema Competitive Fund Vokasi bagi Diploma untuk Bekerja di Dunia Industri

Ayo Bagikan:

JAKARTA – MAJALAHGAHARU.com Kementerian Pendidikan, Budaya, Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek RI) kembali mengadakan Silahturahmi Merdeka Belajar (SMB) pada Kamis (19/05/2022). SMB merupakan diskusi mingguan Kemendikbudristek dalam format webinar yang menjadi wadah publik untuk membahas secara lebih dalam mengenai terobosan-terobosan Merdeka Belajar.

Webinar yang dimoderasi langsung oleh Rona Uly dilakukan secara daring, dengan mengambil tema Ciptakan Tenaga Kerja Terampil Melalui Competitive Fund Vokasi. Webinar ini juga menghadirkan narasumber yang kredibel yaitu Muhammad Fajar Subkan selaku Direktur Politeknik Negeri Madiun, Sampun Hadam selaku Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Persatuan Guru Indonesia 1 (SMK PGRI 1) Mejayan, Agung Sedaju selaku Direktur Pengembangan Perseroan Terbatas Industri Kereta Api (PT. INKA) dan Hendri Tambunan selaku Direktur Kelembagaan dan Sumber Daya menggantikan Wikan Sakarinto selaku Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi yang berhalangan hadir.

“Kemendikbudristek melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Diksi) kembali menyelenggarakan skema Competitive Fund Vokasi yang terdiri dari peningkatan Diploma 3 (D3) menjadi Sarjana Terapan dan Diploma 2 (D2) jalur cepat. Program ini dirancang untuk mendukung kebijakan transformasi Pendidikan Tinggi Vokasi agar semakin responsif dalam memenuhi kebutuhan ketenagakerja yang terampil dan mempuni di industri serta meningkatkan partisipasi mitra industri,” jelas Rona dalam membuka webinar.

Dalam kesempatannya menjadi narasumber pertama, Hendri menjelaskan bahwa program Competitive Fund Vokasi merupakan salah satu solusi untuk menjawab tantangan dunia kerja atau dunia industri yang dinamis bagi Pendidikan Vokasi. Menurutnya, Pendidikan Tinggi Vokasi seringkali kalah saing dengan lulusan Pendidikan Tinggi Akademik.

“Hal ini dapat mampu membuka dan menarik minat masyarakat terhadap kualitas dan kompetensi Pendidikan Tinggi Vokasi. Melalui program ini, perguruan tinggi juga diwajibkan untuk berkolaborasi dengan dunia kerja atau dunia industri dalam merancang, menyusun dan mengimplementasikan kurikulum untuk memastikan kebutuhan pendidikan dan kebutuhan dunia kerja atau dunia industri,” ucap Henri

Lebih lanjut, program ini akan mempersingkat periode waktu tempuh D2 menjadi tiga semester untuk dinyatakan lulus. Competitive Fund Vokasi 2021 memberikan dukungan bantuan dana kepada perguruan tinggi yang mengusulkan program peningkatan D3 menjadi Sarjana Terapan dan program D2 jalur cepat.

Program ini mendapat dukungan dari pihak Politeknik Negeri Madiun. Fajar mengatakan Politeknik Negeri Madiun akan menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terampil untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja di dunia usaha maupun dunia industri di semua level baik level operator, level teknisi sampai level ahli.

“Tahun 2021, Politeknik Madiun telah menjadi salah satu penerima program Competitive Fund untuk program D2 jalur cepat. Tadi sudah dijelaskan oleh pak Hendri bahwa program Diploma 2 jalur cepat ini kalo regular mustinya diselenggarakan empat semester tetapi dengan program jalur cepat atau fast track ini hanya diselenggarakan tiga semester saja. Tetapi ada syarat untuk bisa cepat dan berkualitas maka harus ada sinergi antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan dunia industri. Mengapa demikian? Karena materi empat semester yang dipadatkan menjadi tiga semester itu harus disiapkan capaian pembelajaran siswa SMK-nya supaya punya keahlian tertentu, yang cukup yang nantinya akan diakui sebagai pencapaian mata kuliah tertentu lewat mekanisme Rekondisi Pembelajaran Lampau (RPL),” jelas Fajar

Dukungan program juga didapat dari pihak SMK PGRI 1 Mejayan dalam D2 jalur cepat. Sampun meyakini bahwa program D2 jalur cepat akan meningkatkan kompetensi lulusan SMK dan lulusan SMK akan mempunyai harapan untuk melanjutkan kuliah D2 dan Diploma 4 (D4).

“Ini dalam rangka memenuhi piramida kebutuhan tenaga kerja. Ada kebutuhan level dasar lulusan SMK, ada kebutuhan dasar level lulusan D2 dan kemudian D4. Level ini akan menjadi lebih jelas daripada D1, D2, D3, D4 sehingga tingkatnya, perbedaannya yaitu akan jauh lebih terasa dan kemudian penghargaannya ini pasti dari industri juga akan berbeda,” jelas Sampun

“Melalui pendidikan fast track maka akan meningkatkan kualitas kompetensi siswa. Kalo kualitas kompetensi siswa ini meningkat pasti yang diuntungkan adalah industri, karena industri mampu meningkatkan efisiensi dan sekaligus akan meningkatkan daya saing produknya. Kalo industri mampu meningkatkan daya saing produknya maka industri itu akan mampu melakukan ekspansi (pengembangan industri). Pengembangan industri ini akan membuka lapangan kerja baru bagi angkatan kerja yang baru,” lanjut jelasnya

Competitive Fund Vokasi selain mendapat dukungan dari beberapa bidang pendidikan akan tetapi program ini juga menjadi suatu kebutuhan bagi pihak industri, salah satunya PT. INKA. Menurut Agung, dengan adanya D2 fast track ini akan mempercepat industri mendapatkan tenaga kerja karena industri membutuhkan sesuatu yang cepat dan lebih innovatif.

“Lebih baik? Iya. Karena kami diajak dari awal untuk mengisi, untuk menyesuaikan diri antara industri dengan mahasiswa yang belajar dan bisa memahami kebutuhan-kebutuhan industri dari awal. Lebih murah? Pasti. Kalo kami menerima STM dan langsung masuk ke INKA, kami harus membimbing dulu, mendidik dulu paling tidak satu tahun kami bisa memetik hasilnya. Kemudian kami harus menyesuaikan juga pemahaman mereka terhadap industri yang sebenarnya,” ucap Agung

Agung berpendapat, program ini menjadi solusi terhadap link and match selama ini yaitu keterlibatan industri dalam menyusun kurikulum ilmiah dan mendidik mental dan pengetahuan teknis bagi ketenagakerjaan.

(Andreas Siahaan)     

Facebook Comments Box
Ayo Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Siaran Pers Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI)

Sat May 21 , 2022
PENAJAM PASER UTARA – MAJALAH GAHARU Menyambut momen 114 tahun hari Kebangkitan Nasional, Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) menginisiasi Ikrar Kebangsaan organisasi kepemudaan lintas agama di titik nol Ibu Kota Negara Nusantara, Pase Penajam Utara, Kalimantan Timur, Jumat 20 Mei 2022. Delapan organisasi pemuda tersebut yakni Gerakan Angkatan Muda […]

You May Like