Ara Minta Mahasiwa UNJ Selalu Menjaga Idealis dan Agen Perubahan Bangsa 

Ayo Bagikan:

Jakarta, MajalahGaharu.com – Kuncinya selalu bangun ekosistem baik, bergabung dengan orang-orang yang benar, selalu kenalin dan ikut komunitas yang baik, apakah itu teman olah raga, teman bisnis, ataupun teman yang membawa dampak positif kepada kita, Ara memberikan pengantar memotivasi mahasiswa Universitas Negeri Jakarta dalam Diskusi Publik Bersama Tokoh bertema: Integritas Kepemimpinan Nasional Totalitas Pengabdian Untuk Indonesia bersama Maruarar Sirait dan Nusron Wahid bertempat di Auditorium UTC Lt. 8, Kampus UNJ Jakarta, Senin 25 Juli 2022.

“Tadi pagi saya juga memberi motivasi kepada 2000-an mahasiswa di Universitas Kristen Petra Surabaya. Saya senang juga kalau siang ini bisa memberikan dan berbagi motivasi buat adik-adik mahasiswa Universitas Negeri Jakarta,” tutur Ketua Umum Taruna Merah Putih ini sembari mengapresiasi UNJ telah memiliki tradisi membangun sekolah sendiri. Ke depan UNJ punya sekolah yang lebih bagus.

Lebih lanjut Ara berbagi pengalaman bahwa dirinya dibesarkan keluarga tiga tradisi ketat. Orang tua mendidiknya dengan tiga hal. Tradisi Kristen yang kuat, Tradisi Batak dan dan Tradisi Politik. “Papa saya aktivis politik Parkindo dan aktif GMKI sejak mahasiswa. Demikian juga Ibu aktivis GMKI. Ibu sangat memegang adat tinggi, menghormati orang tua, fighting sipiritiya ng kuat. Saya sendiri sudah out of the box,” ujarnya.

Kemudian, dari tiga yang dijalani, Ara menambahkan satu tradisi menjadi empat yakni dengan tradisi bisnis. “Kami keluarga sederhana, karena berbeda dari pemerintah waktu itu. Rumah orang tua kami, jalan sempit sekitar 200 meter tidak ada jalan aspal dan masih semak-semak. Kalau hujan masih pakai plastik diikat. Jadi secara ekonomi cukup berat. Itu membuat dari kecil, saya ingin secara ekonomi lebih baik,” cetusnya.
Menurutnya tidak ada orang hebat. Makanya kasih harapan buat adik-adik mahasiswa yang nilai pas-pasan, nanti juga bisa sukses. Syaratnya harus tetap bersedia mengikuti banyak aktifitas akademik, tidak hanya belajar tapi bisa mengikuti semua kegiatan, apakah organisasi intra dan ekstra kampus. Jadikan itu modal untuk sukses ke depan.

Ara juga mengajak mahasiswa untuk bisa berpikir secara realitas. Dalam konteks hukum apakah yang dimenangkan peradilan yang selalu benar? Faktanya tidak. Lantas bagaimana posisi kita? Apakah berlaku curang, menyogok dan sebagainya? Tentu tidak. Mempersiapkan hal seperti itu baik bidang hukum dan bisnis penting peran sejak dini di kampus. Tentu dengan doa dan mental harus kuat. Pangalaman lapangan, dengan menggunakan media sosial kalau dibuat terbuka maka publik akan menjadi kontrol.

“Saya senang berbicara dengan Nusron teman saya di sini. Dalam dirinya dan tentu adik-adik mahasiswa di sini, saya menemukan umat Islam yang cinta perdamaian, yang cinta bangsa. Dalam keyakinan saya kita harus menjadi kepala, sehingga dapa membawa kebaikan dan kebenaran. Karena itu jangan bergaul dengan orang track record buruk,” ujarnya mengingatkan.

Indonesia ke depan tentu akan banyak tantangan. Tugas adik-adik mahasiswa di sini untuk melewatinya terutama dalam kepemimpinan nasional. Demokrasi Amerika sudah berjalan 200 tahun, apakah ada presiden seorang perempuan satupun? Bagaimana di Indonesia ada nggak? Ada Presiden Megawati.

“Sekali lagi jangan sia-siakan hidup. Jadilah menjadi kepala. Jangan ragu-ragu menjadi top leader. Caranya mulai bergaul dengan top leader, jangan bergaul follower,” lagi-lagi Ara mengingatkan.

Ara setuju pandangan Nusron bahwa reformasi bukan diberikan tapi diperjuangkan. Semua perubahan diperjuangkan oleh kaum muda, termasuk di dalamnya adik-adik mahasiswa di sini. Dari Budi Utomo, Kebangkita Nasional 1908, Sumpah Pemuda 1928, Kemerdekaan 1945, Gerakan Mahasiswa 1966 tonggak Orde Baru, Gerakan Mahasiswa 1978 melawan kapitalisme dan Gerakan Reformasi 1998 selalu melibatkan mahasiswa. Kalian ini sangat penting di masa depan.

Jadilah mahasiwa pelaku kontrol sosial. Memperjuangkan kepentingan rakyat, bukan kepentingan pribadi mahasiswa. Kelak nanti ketika terjun ke masyarakat jadi pejabat publik seperti walikota, gubernur dan lain harus konsisten membela kepentingan rakyat.

“Saya doakan bahwa 10 pemuda yang diinginkan Soekarno itu ada di ruangan ini. Biarlah mahasiswa UNJ yang di ruangan ini ke depan menjadi pelaku yang memajukan Indonesia menjadi negara maju,” harapnya. Kalau adik-adik mahasiswa di sini semua menjadi mahasiswa idealis itu masih biasa, tapi jika Anda nanti menjadi bupati, gubernur, DPR dan presiden tetap masih idealis yang memperjuangkan kepentingan masyarakat itu baru luar biasa.8

Facebook Comments Box
Ayo Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Rajani Fransiska W Punya Bakat Pegolf Cemerlang dan Bercita cita Ingin Jadi Pilot.

Tue Jul 26 , 2022
Jakarta majalahgaharu.com  Sosok gadis cilik yang lincah ini ternyata pencinta olahraga dan punya cita-cita ingin menjadi seorang Pilot, Rajani Fransiska Wijaya begitu namanya, gadis kecil yang kini masih berusia tujuh tahun memiliki kesukaan pada cabang olah raga golf. Olah raga Golf termasuk salah satu cabang olah raga lapangan rumput hijau […]

You May Like