Membawa Terang Natal ke Akar Rumput Kabupaten Murung Raya

Ayo Bagikan:

Majalahgaharu Murung Raya  KALIMANTAN TENGAH, 17/12/2025 – Perayaan Natal tahun ini di Kabupaten Murung Raya membawa catatan tersendiri tentang dedikasi dan perjuangan. Di tengah tantangan geografis yang ekstrem, dua Srikandi DPRD Murung Raya, Kabik Amaz Jasikha, SE dan Nisha Anggraeni, SAP, menunjukkan komitmennya dengan turun langsung menemui jemaat di wilayah-wilayah yang selama ini sulit dijangkau oleh derap pembangunan kota.

Kabupaten Murung Raya merupakan wilayah paling utara di Provinsi Kalimantan Tengah. Secara geografis, daerah ini merupakan bagian dari jantung Pulau Kalimantan yang didominasi oleh perbukitan dan pegunungan, termasuk bagian dari Pegunungan Schwaner dan Muller. Luas wilayahnya yang mencapai lebih dari 23.000 kilometer persegi menjadikannya daerah yang sangat luas namun dengan kepadatan penduduk yang rendah.

Aksesibilitas tetap menjadi tantangan utama. Desa-desa di pelosok Murung Raya seringkali hanya bisa dijangkau melalui jalur sungai atau jalan tanah “jalur perusahaan” yang membelah hutan. Saat musim penghujan tiba, jalanan ini berubah menjadi kubangan lumpur yang sulit dilalui kendaraan biasa, membuat desa-desa tersebut seolah terisolasi. Di tengah kondisi alam yang megah namun menantang inilah, masyarakat bermukim dan menjaga nyala semangat hidup mereka.

Kehidupan Masyarakat dan Struktur Kepemimpinan

Mayoritas penduduk Kabupaten Murung Raya menggantungkan hidup pada kekayaan alam hayati dan non-hayati. Pekerjaan utama masyarakat di sini adalah di sektor pertanian, perkebunan (terutama karet dan sawit), serta pertambangan. Sebagai daerah yang kaya akan cadangan emas dan batu bara, sektor pertambangan menjadi motor penggerak ekonomi, baik yang dikelola oleh perusahaan besar maupun pertambangan rakyat.

Di bawah kepemimpinan Bupati Murung Raya saat ini, Heriyus M. Yoseph, pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan konektivitas antar-kecamatan. Namun, luasnya wilayah membuat kehadiran tokoh masyarakat secara personal seperti yang dilakukan oleh Kabik Amaz Jasikha dan Nisha Anggraeni menjadi sangat berarti bagi warga di akar rumput.

Dalam kunjungannya, Kabik Amaz Jashika menyambangi jemaat Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) di pelosok. Fokus utama kunjungannya adalah mendistribusikan bingkisan Natal bagi anak-anak Sekolah Minggu. Bagi anak-anak di pedalaman, kehadiran seorang wakil rakyat yang membawa perhatian langsung bukan sekadar soal bingkisan fisik, melainkan pesan bahwa mereka tidak dilupakan.

Langkah ini mendapat apresiasi dari Dr. Haryadi Baskoro, seorang Pakar Keistimewaan Yogyakarta yang turut hadir memberikan dukungan moral. Ia menegaskan bahwa aksi ini adalah bentuk pelayanan nyata dan investasi strategis bagi masa depan, karena menyentuh generasi muda di gereja-gereja lokal.

Senada dengan hal tersebut, Pulung Wahyu Pinto, SH dari HP Ministry, yang juga memiliki latar belakang sebagai Majelis Gereja GKI Gejayan Yogyakarta, menekankan pentingnya peran “penopang”. Ia mengibaratkan dukungan terhadap pemimpin yang turun ke lapangan seperti kisah Harun dan Hur yang menopang tangan Musa (Kitab Keluaran 17-11-12). Kehadiran para tokoh wanita ini diharapkan menjadi terang yang menembus pekatnya hutan dan keterbatasan infrastruktur, memastikan bahwa berkat Natal tetap terasa hangat hingga ke sudut terjauh Murung Raya.

(Penulis: Pulung Wahyu Pinto/Foto: istimewa/Editor:SHN)

 

 

Facebook Comments Box
Ayo Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Solidaritas Melayang di Udara! TNI AU Hercules Bawa BKAG Bantu Korban Banjir Aceh

Wed Dec 17 , 2025
Majalahgaharu Aceh Tengah / Aceh Tamiang, 17 Desember 2025 Di tengah duka banjir yang melanda Aceh Tengah dan Aceh Tamiang, secercah harapan datang dari Badan Kerjasama Antar Gereja (BKAG) Se-Indonesia. Dengan semangat BKAG Peduli Sesama, mereka menyalurkan bantuan kemanusiaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat terdampak. Aksi heroik ini dipimpin langsung […]

You May Like