PEMKRIS Deklarasikan Sebagai Rumah Besar Para Pemimpin dan Tokoh Kristen Indonesia

Ayo Bagikan:

Majalah Jakarta Perkumpulan Pemimpin dan Tokoh Kristen Bersatu (PEMKRIS) resmi menggelar press conference, pelantikan Dewan Pengurus Pusat (DPP), serta deklarasi organisasi di CWS Hall Gedung Kenanga, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (20/8).

Kehadiran PEMKRIS menjadi langkah awal dalam membangun wadah bersama bagi para pemimpin dan tokoh Kristen lintas denominasi dan lintas latar belakang di Indonesia.

PEMKRIS hadir sebagai organisasi yang menghimpun berbagai unsur masyarakat Kristen, mulai dari rohaniawan, cendekiawan, akademisi, birokrat, politisi, pengusaha, hingga tokoh dari kalangan militer dan kepolisian. Organisasi ini membawa visi untuk menjadi rumah besar bersama bagi seluruh pemimpin dan tokoh Kristen interdenominasi di Indonesia, sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam mendampingi, mengawal, mengadvokasi, dan memperjuangkan hak-hak konstitusional umat Kristen.

Ketua Umum DPP PEMKRIS, Bishop Dr. Joshua BJJ. Tewuh, M.Th, mengatakan bahwa PEMKRIS dibentuk sebagai ruang untuk menyatukan potensi, pemikiran, dan peran para pemimpin serta tokoh Kristen dalam memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

“PEMKRIS hadir untuk menjadi rumah besar bersama. Kami ingin membangun persatuan, memperkuat peran kepemimpinan, serta menghadirkan wadah yang mampu mendampingi dan memperjuangkan berbagai kepentingan umat secara konstruktif, dialogis, dan sesuai dengan koridor hukum serta konstitusi,” ujar Bishop Dr. Joshua BJJ. Tewuh, M.Th.

Mengawal Hak Konstitusional dan Membangun Sinergi

PEMKRIS menyatakan komitmennya untuk aktif dalam berbagai bidang, termasuk hukum dan hak asasi manusia, sosial, budaya, pendidikan Kristen, moderasi beragama, hingga hubungan internasional. Organisasi ini juga menempatkan dirinya sebagai pihak yang terbuka, ekumenis, interdenominasi, lintas golongan, dan independen serta tidak menjadi bagian, baik secara langsung maupun tidak langsung, dari partai politik.

Dalam menjalankan perannya, PEMKRIS memiliki sejumlah fungsi strategis, antara lain sebagai kolaborator dalam membangun sinergi dengan pemerintah, konektor bagi para pemimpin dan tokoh Kristen, mediator dalam penyelesaian berbagai persoalan, hingga navigator bagi pengembangan kehidupan Kekristenan di Indonesia.

Salah satu agenda yang akan dikembangkan adalah penyediaan wadah atau Crisis Center sebagai pusat pelaporan berbagai persoalan mendesak yang berpotensi merugikan hak-hak konstitusional umat Kristen, baik secara individu maupun kelembagaan.

Selain itu, PEMKRIS juga berencana menjalankan berbagai program seperti pengembangan kaderisasi kepemimpinan, seminar, diskusi, lokakarya, kajian akademik, kegiatan sosial dan kemanusiaan, pendampingan terhadap lembaga pendidikan Kristen, serta penguatan kerja sama dengan jaringan pemimpin Kristen di tingkat internasional.

Pelantikan DPP dan Deklarasi PEMKRIS

Pelantikan Ketua Umum DPP PEMKRIS dilakukan oleh Irjen Pol. (Purn.) Dr. Ronny F. Sompie, S.H., M.H. selaku Ketua Dewan Pengawas. Acara juga menghadirkan sejumlah tokoh dalam struktur organisasi PEMKRIS, termasuk Prof. Dr. Yasonna H. Laoly, Ph.D sebagai Ketua Dewan Pembina, Jend. (Purn.) Herman B. Leopold Mantiri sebagai Ketua Dewan Pelindung, Komjen Pol. (Purn.) Drs. Dharma Pongrekun sebagai Anggota Kehormatan, Prof. Thomas Pentury, M.Si sebagai Ketua Dewan Pakar, Brigjen (Purn.) Karel Albert Ralahalu sebagai Ketua Dewan Penasihat, serta Dr. Jimmy MR Lumintang, MA, MBA, MTH sebagai Ketua Dewan Pertimbangan.

Melalui deklarasi ini, PEMKRIS menegaskan komitmennya untuk membangun organisasi yang dapat menjadi wadah pemersatu sekaligus penggerak kontribusi para pemimpin dan tokoh Kristen bagi kemajuan Indonesia.

Keberadaan PEMKRIS juga telah memiliki dasar legal formal melalui Surat Keputusan Menteri Hukum Republik Indonesia Nomor AHU-0001173.AH.01.07.TAHUN 2026 yang diterbitkan pada 11 Maret 2026.

Dengan mengusung semangat “Jaga, Kawal & Advokasi Kekristenan di Indonesia” PEMKRIS berharap dapat memperkuat persatuan, membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, serta mengambil peran konstruktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara menuju Indonesia yang semakin maju, adil, dan harmonis.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Facebook Comments Box
Ayo Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Delegasi Tiga Negara ASEAN Pelajari Langsung Program LKLB Indonesia

Fri Aug 21 , 2026
Majalahgaharu Jakarta Enam delegasi dari tiga negara sahabat di Asia Tenggara, yaitu Kamboja, Laos, dan Vietnam, datang ke Indonesia untuk mempelajari secara langsung Program Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) yang telah diinisiasi Institut Leimena bersama berbagai mitra lembaga pendidikan dan keagamaan. Para delegasi tersebut hadir selama hampir sepekan di Jakarta […]

You May Like