Nasional Bible Camp III Senior GMKI Resmi Dibuka, Ratusan Senior Tinggal Bersama Warga Blimbingsari

Ayo Bagikan:

 

Majalah Blimbingsari Senja mulai turun di Desa Blimbingsari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali, ketika ratusan senior Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) berkumpul di Gereja Kristen Protestan di Bali (GKPB) Jemaat Pniel.

Sabtu (22/8/2026) sore itu menjadi awal perjalanan Nasional Bible Camp (NBC) III Perkumpulan Senior GMKI. Namun, perjumpaan kali ini bukan sekadar pertemuan para senior organisasi. Mereka datang untuk tinggal bersama warga, berbagi cerita, mengenal kehidupan desa, sekaligus merawat kembali persaudaraan yang telah tumbuh sejak masa mereka menjadi kader GMKI.

NBC III resmi dibuka melalui ibadah pembukaan yang berlangsung pukul 16.00 Wita. Lima pendeta mengambil bagian dalam pelayanan ibadah dengan tugas masing-masing, yakni Pdt. David Henry Parera, Pdt. Suprianto, Pdt. Jemima Krey, Pdt. Damaris Palinggi, dan Pdt. Sunardi.

Serta tari malaikat dari desa blimbingsari dan paduan suara senior GMKI(Ps Gemakrisindo,VG Bersinar/sanggar Shalom dan PS Senior Medan) turut memeriahkan ibadah Pembukaan.

Mengusung tema “Berakar dalam Iman, Bertumbuh dalam Kasih, Berbuah bagi Gereja dan Bangsa”, kegiatan tersebut membawa subtema “Memperbarui Spiritualitas, Memperkuat Jejaring Pelayanan, dan Mewariskan Nilai-Nilai Perjuangan.”

Setelah ibadah, pembukaan NBC III secara resmi dilakukan Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat PNPS, Pdt. Jeiry Sumampaow. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong.

“Dengan mengucap syukur kepada Allah Bapa, Putra, dan Roh Kudus, National Bible Camp III Senior GMKI resmi dibuka,” ujar Jeiry.

Bukan Sekadar Menginap

Ada sesuatu yang berbeda dalam pelaksanaan NBC III kali ini.

Ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia tidak ditempatkan dalam satu kawasan penginapan. Mereka justru dibagi dan tinggal di rumah-rumah warga Blimbingsari.

Dengan konsep tersebut, rumah warga berubah menjadi ruang perjumpaan. Para peserta tidak hanya datang sebagai tamu, tetapi menjadi bagian dari keseharian masyarakat selama berada di desa.

Mereka makan bersama, berbincang, mengenal kehidupan keluarga yang menjadi tuan rumah, serta menyaksikan dari dekat bagaimana masyarakat Blimbingsari menjalani kehidupan dalam komunitas yang telah memiliki sejarah panjang.

Bagi warga, kehadiran para senior GMKI juga menghadirkan suasana berbeda di desa.

Blimbingsari yang dikenal sebagai salah satu komunitas Kristen di Bali tersebut menjadi tempat bertemunya orang-orang dari berbagai daerah, latar belakang, dan pengalaman pelayanan.

Perjumpaan itu sekaligus menjadi bagian penting dari semangat NBC III: memperkuat kembali persaudaraan dan jejaring pelayanan yang telah dibangun sejak para peserta masih aktif sebagai kader GMKI.

Blimbingsari Menyambut

Setelah ibadah pembukaan, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan malam keakraban dan ramah tamah bersama warga Desa Blimbingsari. Peserta dan masyarakat kemudian menikmati makan malam bersama di Gedung Sekolah Minggu Duta Kristama Pniel.

Kepala Desa Blimbingsari, I Made Jhon Ronny, yang hadir mewakili aparatur pemerintah desa, menyambut kedatangan para senior GMKI.

Dalam sambutannya, Jhon Ronny memperkenalkan secara singkat perjalanan Desa Blimbingsari serta sejumlah kegiatan yang telah dilakukan masyarakat.

Ia juga menggambarkan Blimbingsari sebagai desa yang selama ini hidup dalam suasana damai dan mampu menjaga kehidupan bersama di tengah keberagaman.

“Di Blimbingsari tidak pernah ada keributan, walaupun daerah-daerah lain terjadi kerusuhan,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu pesan penting dalam perjumpaan malam itu. Blimbingsari bukan hanya menjadi lokasi pelaksanaan sebuah kegiatan organisasi, tetapi juga menjadi ruang untuk belajar mengenai kehidupan bersama, toleransi, dan bagaimana sebuah komunitas merawat kedamaian.

Iman yang Berjumpa dengan Masyarakat

Selama pelaksanaan NBC III, para peserta akan mengikuti berbagai agenda yang memadukan pembinaan iman, kebersamaan, pelayanan sosial, serta pengenalan terhadap kehidupan dan kebudayaan masyarakat Bali.

Konsep tinggal bersama warga membuat pembinaan iman tidak hanya berlangsung melalui ibadah dan diskusi. Ia juga hadir melalui pengalaman sederhana: duduk bersama keluarga tuan rumah, berbagi makanan, mendengarkan cerita warga, dan melihat langsung kehidupan masyarakat.

Di sinilah makna Bible Camp menemukan ruang yang lebih luas.

Iman tidak hanya direnungkan, tetapi juga dialami dalam perjumpaan.

Para senior GMKI datang membawa pengalaman pelayanan dari berbagai daerah. Di Blimbingsari, pengalaman tersebut kembali dipertemukan dengan kehidupan masyarakat dan sejarah sebuah komunitas.

Bagi Desa Blimbingsari, kedatangan para senior GMKI juga menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan kehidupan masyarakat kepada orang-orang dari berbagai penjuru Indonesia.

Sementara bagi para peserta, tinggal di rumah warga memberikan kesempatan untuk melihat bahwa sebuah desa tidak hanya terdiri atas rumah dan jalan, tetapi juga memiliki cerita, nilai, tradisi, dan manusia yang menjaga kehidupan bersama dari generasi ke generasi.

Merawat Warisan Perjuangan

NBC III juga menjadi momentum untuk mengingat kembali perjalanan panjang para senior GMKI sebagai bagian dari sejarah organisasi.

Mereka pernah menjadi mahasiswa, aktivis, dan kader yang ditempa oleh berbagai pengalaman perjuangan. Kini, ketika sebagian besar telah memasuki usia senior, perjumpaan seperti NBC menjadi ruang untuk melihat kembali nilai-nilai yang pernah mereka perjuangkan sekaligus meneruskannya kepada generasi berikutnya.

Tema “Berakar dalam Iman, Bertumbuh dalam Kasih, Berbuah bagi Gereja dan Bangsa” karena itu bukan sekadar tema kegiatan.

Ia menjadi ajakan untuk melihat kembali perjalanan hidup dan pelayanan: dari mana seseorang berakar, bagaimana ia bertumbuh, dan buah apa yang dapat diberikan bagi gereja serta bangsa.

Dari Blimbingsari, pesan itu menemukan bentuknya melalui sebuah perjumpaan sederhana.

Para senior datang sebagai peserta. Warga menerima mereka sebagai tamu. Namun selama beberapa hari, batas antara tamu dan tuan rumah menjadi semakin tipis.

Yang tersisa adalah persaudaraan.

Rangkaian NBC III berlangsung hingga 25 Agustus 2026 dengan berbagai kegiatan pembinaan, pelayanan, kebersamaan, dan pengenalan masyarakat. Agenda penutupan dijadwalkan berlangsung di Kota Denpasar pada 24 Agustus 2026.

Blimbingsari pun menjadi lebih dari sekadar tempat pelaksanaan kegiatan.

Ia menjadi ruang tempat iman, persaudaraan, sejarah, dan kehidupan masyarakat dipertemukan.

Sebuah perjumpaan yang barangkali akan terus dibawa pulang oleh para senior GMKI, setelah mereka meninggalkan desa ini dan kembali ke daerah masing-masing.(**)

Facebook Comments Box
Ayo Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Penutupan NBC III: 250 Peserta Berpakaian Adat, Merawat Kebhinekaan dalam Iman

Fri Aug 28 , 2026
  Majalahgaharu Denpasar Halaman Gedung DPRD Provinsi Bali tidak sekadar menjadi tempat berakhirnya sebuah rangkaian kegiatan. Di tengah suasana malam Kota Denpasar, 250 senior-seniorita Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) hadir mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia. Ada yang datang membawa identitas budaya daerahnya. Ada yang membawa kenangan panjang […]

You May Like