Yerry Tawalujan Watimpres Harus Aktif Turun Ke Konstituennya

Ayo Bagikan:

Majalahgaharu Jakarta Yerry Tawalujan ketua bidang lingkungan hidup organisasi sayap Partai Gerindra ini, pemerintahan yang kuat memberikan saluran agar rakyat dapat bersuara dan suaranya didengar. Ketika rakyat merasa suaranya tidak didengarkan oleh Presiden, maka rakyat tidak akan mendukung pemimpinnya.

Dia mencontohkan dalam Kitab 1 Raja-Raja Pasal 12 terkait pangkal perpecahan Pemerintahan Raja Salomo pasca suksesi kepemimpinan di tangan Raja Rehabeam, putra mahkotanya. Raja Rehabeam menolak mendengar nasihat dari penasihat raja dan condong pada nasihat kroninya untuk menaikkan pajak rakyat. Alih-alih langgeng, Kerajaan Israel terbelah dua; 10 suku mengikuti Yerobeam Bin Nebat memimpin Kerajaan Israel dan dua suku mengikuti Rehabeam sebagai Kerajaan Yehuda.

Kata Yeery dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) wajib menyampaikan persoalan yang terjadi secara riil agar Presiden Prabowo Subianto dapat memutuskan kebijakan pro terhadap hajat hidup masyarakat. Keputusan yang tidak pro rakyat dapat memengaruhi wibawa dan kelangsungan kuasaan pemerintah.

Di mana sudah semestinya Wantimpres dapat menjadi pembuka saluran suara rakyat kepada Presiden Prabowo Subianto. “Wantimpres seharusnya proaktif datang ke konstituen masing-masing sebab mereka dipilih berdasarkan komunitasnya,” katanya di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, susunan anggota Wantimpres mewakili berbagai unsur masyarakat antara lain, kalangan pengusaha, pemuka agama dan kepercayaan, akademisi, aktivis social dan politik, politisi, serta purnawirawan jenderal TNI AD dan Polri.

Beberapa waktu lalu, Presiden Prabowo Subianto melantik Pratikno, Ketua Watimpres dan 25 anggota Watimpres antara lain, Muhammad Hatta Rajasa, mantan Ketua Umum PAN, Agum Gumelar, Jendral (Purn) TNI AD, Chairul Tanjung, Founder CT Corp, dan Jacklevyn Frits Manuputty, Ketua Umum Persatuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI).

Dalam pantauan kami, katanya, sejumlah figur Wantimpres sudah terlihat proaktif mengunjungi dan menyerap aspirasi dari masyarakat dan mahasiswa.

Watimpres, katanya, tidak boleh melaporkaan informasi Asal Bapak Senang (ABS), tapi menyerap aspirasi rakyat agar pemerintahan kuat. “Mengkritik boleh, makar tidak boleh, karena Presiden hasil pilihan rakyat. Kita harus perkuat Presiden, titik lemah Presiden harus diperkuat Watimpres, bukan menambah kelemahan Presiden,” katanya.

Dia menyampaikan Watimpres perlu melakukan pertemuan rutin dengan Presiden agar dapat menyampaikan suara masyarakat yang diserap di lapangan. “Watimpres ini bamper terakhir, mereka orang-orang yang telah selesai dengan diri mereka. Inilah yang diharapkan untuk menyuarakan suara rakyat,” katanya.

Facebook Comments Box
Ayo Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Menelusuri Jejak Peradaban: Diskusi Publik "Mahakarya Seni di Balik Benda Arkeologi" Soroti Pentingnya Nilai Estetik Masa Lalu

Thu Nov 5 , 2026
Majalahgaharu Jakarta Divisi Seni Budaya Cakra Satya 08 (CS 08), TISI (Taman Inspirasi Sastra Indonesia), DISPUSIP, dan PDS HB Jassin menggelar diskusi publik bertajuk “Mahakarya Seni di Balik Benda Arkeologi: Menelusuri Nilai Estetik dan Kreativitas dalam Jejak Peradaban Masa Lalu”. Acara ini merupakan produksi ketiga dari Divisi Seni Budaya Cakra […]

You May Like