Majalahgaharu Jakarta Doa bagi bangsa dan negara menjadi pesan utama dalam kegiatan bertajuk “Konser Doa untuk Bangsa dan Negara Indonesia” dengan semangat “Bersama dalam Doa untuk Indonesia yang Lebih Baik.” di kawasan Museum Keprajuritan Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu, (10/10/2026), mulai pukul 05.00 WIB hingga selesai.
Dari atas panggung Yosua mengajak lewat konser doa ini diharapkan membawa pesan tentang persatuan, pengharapan, dan kepedulian terhadap masa depan Indonesia. Di tengah keberagaman suku, bahasa, budaya, dan keyakinan, doa dipanjatkan sebagai ungkapan iman sekaligus harapan agar bangsa Indonesia senantiasa mendapat perlindungan, kedamaian, pemulihan, dan kebijaksanaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Konser doa yang mengambil dasar dari kitab Yesaya 60:1, Panggilan untuk Bangkit dan Menjadi Terang
Semangat doa bagi bangsa ini sejalan dengan firman Tuhan dalam Yesaya 60:1:
“Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu.”
Firman Tuhan tersebut mengandung pesan agar umat tidak tinggal dalam ketakutan atau keputusasaan, tetapi bangkit membawa terang melalui iman, kasih, kebenaran, dan perbuatan baik.
Dalam konteks kehidupan berbangsa, pesan menjadi terang dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap sesama, kejujuran, keadilan, persaudaraan, serta komitmen menjaga persatuan di tengah perbedaan. Doa bagi Indonesia diharapkan tidak berhenti sebagai ungkapan lisan, tetapi juga mendorong tindakan nyata yang membawa kebaikan bagi masyarakat.
Indonesia membutuhkan warga yang tidak hanya berharap pada perubahan, tetapi juga bersedia menjadi bagian dari perubahan tersebut. Semangat inilah yang menjadikan doa bagi bangsa sebagai pengingat akan tanggung jawab bersama untuk memelihara kedamaian dan membangun masa depan yang lebih baik.
Doa untuk 38 Provinsi dan Seluruh Bangsa Indonesia
Dalam salah satu doa yang disampaikan Lydia Paeli, terdapat penekanan bahwa doa tidak hanya ditujukan bagi kelompok atau wilayah tertentu, tetapi bagi seluruh bangsa Indonesia.
“Kami mewakili bangsa ini,” demikian salah satu ungkapan dalam doa tersebut, disertai harapan agar terang Tuhan menjangkau seluruh suku, masyarakat, dan bangsa.
Penyebutan 38 provinsi menggambarkan luasnya cakupan doa bagi Indonesia. Harapannya, setiap daerah dan masyarakat, dari berbagai latar belakang, dapat mengalami kedamaian, persatuan, serta kehidupan yang semakin baik.
Doa juga disampaikan bagi mereka yang mengikuti kegiatan melalui siaran daring. Pesan yang disampaikan mengajak setiap orang untuk mengikuti doa dengan iman, tetap berharap, dan membawa pergumulan bangsa ke dalam doa bersama.
Mengangkat Harapan akan Kesembuhan, Kedamaian, dan Kehidupan yang Lebih Baik
Dalam rangkaian doa, disampaikan pula ungkapan tentang gerbang kehidupan, gerbang kesembuhan, gerbang kedamaian, gerbang kelimpahan, serta berbagai hal baik yang diharapkan hadir bagi kehidupan masyarakat.
Doa tersebut disampaikan dalam tradisi iman Kristen dengan menyebut nama Yeshua HaMashiach, Ruach HaKodesh, Bapa Yahweh, dan Tuhan Yesus. Inti pesannya adalah pengharapan agar bangsa Indonesia mengalami pemulihan, kedamaian, dan kehidupan yang semakin baik.
Harapan itu menjadi pengingat bahwa membangun bangsa tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga dengan nilai-nilai moral, kasih, kepedulian, kejujuran, dan tanggung jawab terhadap sesama.
Menguatkan Iman melalui Firman Tuhan
Selain Yesaya 60:1, salah satu bagian firman yang disampaikan merujuk pada Keluaran 14:13–16. Dalam bagian tersebut, Musa menguatkan bangsa Israel agar tidak takut, tetap teguh, dan melihat keselamatan dari Tuhan. Musa kemudian diperintahkan untuk mengangkat tongkatnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi umat untuk tidak mudah menyerah ketika menghadapi persoalan. Dalam kehidupan berbangsa, tantangan dan perbedaan tidak semestinya menjadi alasan untuk kehilangan harapan, melainkan dorongan untuk tetap berusaha, bersikap bijaksana, dan menjaga persatuan.
Jika Yesaya 60:1 mengingatkan umat untuk bangkit dan menjadi terang, Keluaran 14:13–16 mengajarkan keteguhan iman ketika menghadapi jalan yang tampaknya sulit. Kedua pesan firman ini menguatkan harapan agar umat percaya kepada Tuhan sekaligus terus melakukan tanggung jawabnya dengan sungguh-sungguh.
Mengajak Peserta Terlibat dalam Pujian dan Penyembahan
Suasana kegiatan turut diwarnai ajakan kepada peserta untuk berdiri, mengangkat tangan, dan memberikan yang terbaik bagi Tuhan dalam pujian dan penyembahan.
Dalam salah satu bagian kegiatan, peserta juga diajak mengambil balon dan memecahkannya secara bersama-sama setelah hitungan ketiga. Makna khusus dari aktivitas tersebut perlu dikonfirmasi kepada penyelenggara agar dapat diberitakan secara tepat.
Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan bentuk keterlibatan peserta dalam acara, bukan hanya sebagai penonton, tetapi juga sebagai bagian dari kebersamaan dalam doa, pujian, dan penyembahan.
Bersatu dalam Doa, Bangkit Menjadi Terang bagi Indonesia
Pesan “Bersama dalam Doa untuk Indonesia yang Lebih Baik” menegaskan pentingnya membangun harapan bersama bagi bangsa. Doa menjadi ruang bagi umat untuk menyampaikan syukur, pergumulan, dan harapan, sekaligus memperbarui komitmen untuk menjalani kehidupan dengan kasih dan tanggung jawab.
Indonesia adalah rumah bersama bagi masyarakat yang beragam. Karena itu, semangat kebangsaan perlu diwujudkan melalui sikap saling menghormati, kepedulian terhadap sesama, serta kesediaan menjaga persaudaraan di tengah perbedaan.
Firman Tuhan dalam Yesaya 60:1 menjadi pengingat bahwa panggilan untuk bangkit dan menjadi terang perlu tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Terang itu dapat hadir melalui perkataan yang membangun, tindakan yang adil, kepedulian kepada mereka yang membutuhkan, serta kesetiaan menjaga kebenaran dan persaudaraan.
Melalui doa bagi bangsa dan negara, harapannya para pemimpin diberikan kebijaksanaan, masyarakat hidup dalam kedamaian, dan setiap warga memiliki kesempatan untuk berkontribusi bagi masa depan yang lebih baik.
Bangkitlah dan menjadi teranglah bagi Indonesia. Indonesia bersatu, bersama dalam doa untuk Indonesia yang lebih baik.
— Mengabarkan Fakta, Mengawal Kebenaran.
