Laksamana Pertama TNI (Purn) Bonar Simangunsong Bagi Usia Lanjut Perlu Mengisolasi Diri Dengan Aktif Mengisi Kegiatan Positif

Ayo Bagikan:

Jakarta, majalahgaharu.com-Penyebaran covid 19 sudah menjadi ancaman secara nasional, akibat virus tersebut ada di Indonesia sudah seratusan orang meninggal karena terpapar virus ini.

Laksamana Pertama (purn) Bonar Singunsong, sebagai figure senior yang sudah banyak makan garamnya kehidupan, mengatakan pemerintah pasti sudah tahu bagaimana cara mengatasi virus ini, ungkapnya ketika dihubungi melalui sambungan telepon Minggu, 5/04/20, di Jakarta.

Pemerintah sudah memiliki semuanya baik pengetahuan tentang kesehatan, pengetahuan secara akademis serta perlengkapannyapun sudah memiliki, artinya pemerintah sudah mempunyai sarana untuk mengatasinya.

“Tinggal kita sebagai warga negara ikuti saja apa kata pemerintah, apalagi pandemic covid 19 ini penyebarannya sudah mendunia. WHO dari oganisasi PBB sendiri sudah ikut campur mengatasi persoalan ini, karena memang persoalan manusia”, terang Dewan Pembina MUKI ini.

Oleh karena itu, ajak Bonar yang juga aktif dalam pelayanan ini, mengajak bersatu sesuai dengan arahan pemerintah. Bicara menghadapi ini,  garda terdepannya memang ketaatan masyarakat dibanding dengan upaya kesehatan sendiri.

Kenapa, karena virus ini penularannya mudah melalui sentuhan atau berdekatan, maka ketika masyarakat taat untuk melakukan sosial distancing atau stay di rumah, berarti bisa memutus penyebaran virus ini.

Sebagai hamba Tuhan Bonar juga mengajak umat Tuhan  Kristiani harus yang paling depan untuk taat dan mengikuti anjuran pemerintah, untuk Physical distancing dengan jaga jarak satu dengan yang lain.

Kemudian juga membudayakan kehidupan bersih dan sehat dengan mencuci tangan.

Sebagai umat Nasrani harus ingat firmanNya yang menjadi pegangan dalam hidup, Amsal 27: 12 mengatakan orang bijak kalau melihat malapetaka bersembunyi, tetapi orang yang tidak berpengalaman beda, lalu terkena virus tersebut bahkan terkena malapetaka.

Hal ini perlu disampaikan sebab ada beberapa hamba Tuhan yang menganggap, imannya kurang kalau tidak beribadah bersama-sama di gereja.

Mereka selalu menganggap Tuhan melindunginya, itu benar tetapi ada firman yang lain seperti dalam Amsal tersebut, jadi artinya perlu bijak dan berhikmat jangan mencobai Tuhan.

“Kita tetap mengikuti firman Tuhan, tapi harus juga mengikuti arahan pemerintah karena pemerintah itupun datang dari Tuhan maka kita harus juga tunduk pada pemerintah”, terang bapak yang pernah aktif di Partai Damai Sejahtera ini (PDS) ini.

Tip Bagi Para Sinior

Bonar Simangunsong yang kini sudah menginjak usia di atas 80-an tahun, bicara virus corona terbanyak yang terpapar usia lanjut.

“Saya ini sudah masuk usia 82 tahun puji Tuhan, masih sehat-sehat saja”, terangnya tertawa.

Kembali tip untuk orang yang sudah usia lanjut, Bonar mengatakan untuk mengisi dan sekaligus menghindari dari paparan virus ini, pertama harus selalu berdoa, selanjutnya dengan mengisolasi diri.

Maksud mengisolasi diri ini bukan berarti tidak mengisi isolasi pemikiran, tetapi justru saat mengisolasi harus diisi dengan membaca firman, baca buku dan bisa juga berolahraga disekitar rumah atau dalam rumah.

Tak dipungikiri dengan semakin tua memang banyak kelemahan tubuh baik dari sisi imun menurun dan ketahanan tubuh, dan biasanya semakin lemah dan sebagainya, maka perlu menjaga diri sebaik mungkin.

“Agar tidak bosan ya, harus diisi dengan berbagai kegiatan yang memang bisa dilakukan paling sederhana membaca buku atau firman Tuhan”, bebernya.

Lalu bagaimana kalau memang butuh komunikasi dengan anak atau cucu, hal ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan tehnologi HP dengan bertelepon ataupun video call.

“Sekali lagi selama mengisolasi diri otak jangan diisolasi juga karena otak harus tetap bisa berjalan”, terang bapak yang juga sebagai dosen ini.

Selain olahraga bisa juga dengan cara berjemur sinar matahari pagi, sekalipun ada yang menyarankan sebelum jam sepuluh ataupun jam 10 lebih, hal ini bisa dilakukan sekalipun memang berbeda tujuan.

Kalau sebelum jam 10 itu untuk memperoleh vitamin D, kesehatan  tulang, sedangkan jam 10 lebih itu untuk memperoleh sinar ultraviolet untuk mencegah virus covid 19 ini.

Sekali lagi tak usah bingung jam berapa harus berjemur semua bisa dilakukan tinggal memilih mana yang diangap dibutuhkan.

Pandemi virus corona memporakporandakan semua agenda yang sudah dibuat, entah itu program negara, organisasi mapun pribadi menyikapi hal itu, Bonar menyarankan untuk dibuat scedul ulang atau rencana ulang.

Berdasarkan informasi dari beberapa ahli penyebaran covid 19 di negara ini tidak lama, karena trendnya menurun, sekalipun memang belum turun juga.

Maka langkah yang harus dilakukan tetap mendengar informasi pemerintah kalau pun di rumah sambil menyusun ulang program yang sudah sempat dibuat.

Tinggal masing-masing sekarang membangun ketahanan menurut kepentingannya masing-masing, karena ketahanan ini dibutuhkan, agar mampu mengatasi masalah yang datang.  Di tingkat nasional ada istilah asta gatra tinggal dirumuskan saja sesuai dengan kebutuhan.

Dalam kondisi saat ini Bonar menegaskan, peran gereja harus berani mengatakan jangan takut, sebetulnya virus ini lebih kecil dibanding dari virus flu burung yang lalu. Artinya jangan takut tetapi tetap harus waspada, tutupnya.

Facebook Comments
Ayo Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *