BINCANG PARTAI POLITIK KRISTEN DI RAKER PEWARNA

Ayo Bagikan:

Bogor, majalahgaharu.com-Jelang sore di hari Selasa (1 Desember 2020) di tengah rindangya pohon pinus, ada orang berkumpul di aula terbuka, mereka adalah para pewarta dari satu organisasi yang disebut PEWARNA. Kumpulan pewarta ini punya perhelatan besar kali ini yaitu rapat kerja, kewajiban organisasi yang harus dilakukan sekalipun pandemi manghadang. Para penulis ini datang dari seluruh Indonesia mewakili daerahnya masing-masing, tentu dengan harapan apa yang dirapatkan bisa dikerjakan dan apa yang dikerjakan merupakan hasil rapat terbaik. Semoga saja harapan selalu menyemangati para peserta sekalipun terkuras isi pundi-pundi yang selama ini disimpan rapi.

Ada satu yang menarik dalam kegiatan rapat kerja Pewarna kali ini; hadirnya para pimpinan partai politik bernuansa Kristen. Tentu saja kehadiran mereka tidak sedang ingin berkampanye untuk pemenangan pilkada yang lagi digelar. Kita harus maklum partai-partai ini belum memiliki calon kepala daerah, bukan karena kurang kader, tetapi lebih pada kesiapan administrasi yang belum rampung-rampung walaupun usia partainya ada yang sudah 75 tahun, ada yang 20 tahun dan ada juga yang seumur jangung masih merah pelepahnya.

Kehadiran para pimpinan partai bukan suatu kebetulan atau sekedar datang bertamu pada perhelatan ini, tetapi diundang oleh tuan rumah dengan harapan kehadiran mereka semakin mensolidkan harapan umat akan adanya partai Kisten, entah itu satu nantinya atau berejeki banyak seperti yang ada sekarang ini. Partai Kristen Indonesia 1945 (Parkindo 1945) yang paling awal hadir, maklum Ketumnya adalah perempuan, biasa disapa dengan nama Alida Handau Lampe tentu dengan semangat yang baru maklum baru saja sukses melakukan Kongres Luar Biasa pada 10 November 2020. Beberapa waktu kemudian menyusul hadir Partai Indonesia Damai (PID) yang diwakili Waketum Mangasi Sihombing ini partai baru dan baru dideklarasi pada bulan November 2020. Terakhir datang adalah Partai Damai Sejahtera (PDS) langsung pendirinya Royandi Hutasoit partai yang 10 tahun terakhir memudar semangatnya. Memang diundang juga Partai Demokrasi Rakyat Indonesia Sejahtera (PDRIS), tetapi sayang tak ada yang hadir mewakilinya partai baru itu.

Dalam forum group diskusi yang digelar dengan tema partisipasi politik, berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Masing-masing pimpinan partai memberikan penjelasan dan berbagai usaha yang dilakukan untuk membangun partai yang dipimpinnya. Ketum Parkindo 1945 nyakin bahwa Parkindo setidaknya masih memiliki basis masa pemilih tradisional yang masih ada. Nama Parkindo tentu memiliki daya tarik tersendiri dan itulah modal yang dirasakan oleh Alida Handau sejak membangun kembali macan tidur ini. Hal senada juga diungkapkan Mangasi Sihombing bahwa PID hadir untuk mengambil bagian dalam bidang politik, agar umat memperoleh saluran politik dalam pengambilan keputusan kebijakan negara. Senada dengan itu rekan politiknya Royandi Hutasoit sedikit lebih realistis melihat kehadiran partai politik untuk dapat tampil bersatu dalam mendulang suara sehingga nantinya tetap ada partai bernuasa Kristen yang hadir di parlemen.

Bersama dengan narasumber dari partai politik, hadir juga penanggap dari ormas Kristen di FGD tersebut yaitu Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) yang diwakili Sekretaris Jenderal Mawardin Zega. Menanggapi yang disampaikan para narasumber, Sekjen MUKI mengatakan bahwa sejarah keberadaan partai Kristen memang tinggal cerita dan bahkan bisa saja menjadi kenangan, sepuluh tahun terakhir ini tak ada perwakilan partai politil Kristen di parlemen. Kita sudah terlalu lama tertidur, seakan enggan bangun sekalipun hiruk pikut pilkada simpang siaur di samping kita. Lebih lanjut menyampaikan yang paling penting adalah kesiapan membangun infrastruktur partai agar memenuhi syarat sebagai peserta pemilu. Memang berat jika ada empat partai bersaing dalam pemilu 2024, tetapi nantinya jika tidak memungkinkan lolos semua, maka yang terbaik dan unggullah yang kita dukung bersama. Mari kita bersatu setidaknya satu partai Kristen berhasil masuk parlemen. Dan untuk bisa membangun kata bersatu, dibudayakan sejak sekarang sering bertemu agar para pimpinan partai nantinya bisa saling bahu membahu dan saling mendukung, partai manapun yang lebih bagus konsolidasinya mari kita satukan suara kita. Jangan ada lagi keengganan untuk mendukung yang lebih siap untuk bertarung pada pemilu 2024.

Hadir juga beberapa penanggap lainnya secara virtual yang menyarakan hal yang sama yaitu kesatuan hati dan kesediaan penerimaan satu dengan lainnya. Memang jalan panjang yang masih saja berliku turun dan naik harus ditempuh partai-partai bernuansa Kristen dan itu membutuhkan kelapangan dan kesediaan hati yang tulus dan kesiapan mental yang baik untuk menerima berbagai riak-riak dan gelombang yang pasti akan muncul terus menerus menerpa partai-partai Kristen sebagaimana pengalaman panjang yang terjadi sebelumnya. Tetapi ada satu harapan bahwa kita mau berdiskusi, mau bertemu dan berbagi informasi dan inilah penyemangat kalau bukan saya, saya berharap sahabat saya yang lain yang beruntung dan saya beserta partai saya siap mendukung dan bergabung agar makin kokoh dan kuat dan bukan sebaliknya.

Bagi Pewarna sendiri sebagaimana diungkapkan Ketum Pewarna Yusuf Mujiono bahwa kegiatan ini (temu pimpinan partai) merupakan rangkaian kegiatan tentang seri diskusi politik yang diakadakan perwarna sejak April 2020 dalam menjawab kerinduan umat akan perlu harinya partai politik Kristen di pemilu 2024. Semoga saja terwujud.

Penulis: Ega Mawardin.

Facebook Comments
Ayo Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *