Implementasi Terapi Suportif pada Kelompok Masyarakat Riwayat Pasca Stroke di Keluarahan Cawang

Ayo Bagikan:

Jakarta – MajalahGaharu.com – Stroke menggambarkan perubahan neurologis akibat gangguan aliran darah pada otak. Stroke dapat terjadi secara mendadak dan harus ditangani secara cepat dan tepat.

Beberapa faktor risiko yang bisa menyebabkan stroke meliputi usia, gender, genetik, ras, serta kondisi kesehatan seperti hipertensi, diabetes, melitus, merokok, aterosklerosis, penyakit jantung, hiperkolesterolemia, obesitas, konsumsi alkohol, stres, dan kondisi sosial ekonomi.

Stroke ditandai dengan kelemahan atau kelumpuhan separuh tubuh, hilangnya kepekaan secara tiba-tiba, bicara tidak jelas, kesulitan penglihatan, mulut tidak simetris, masalah ingatan, dan sakit kepala yang menyiksa, dan kehilangan penglihatan dan/atau bicara.
Depresi, ketakutan, dan kecemasan merupakan beberapa gejala psikologis pasca stroke yang seringkali kurang mendapatkan perhatian dan terlewatkan sehingga tidak terdiagnosis.

Depresi sering dipredisposisi oleh adanya gangguan konsep diri yaitu harga diri rendah yang bersifat kronis, yang bilamana jika tidak mendapatkan perawatan intensif maka perilaku impulsif akan memicu unutk melakukan percobaan perilaku bunuh diri. Dengan demikian, pengobatan terhadap depresi dianggap mampu mempersingkat proses rehabilitasi serta mempercepat penyembuhan kelainan-kelainan yang ditimbulkan akibat stroke baik secara farmakologis maupun nonfarmakologis.

Terapi suportif merupakan salah satu bentuk terapi nonfarmakologis yang disarankan dapat diberikan pada pasien dengan penyakit kronis. Hasil penelitian Pardede (2017) bahwa setelah partisipan mendapatkan terapi suportif, depresi dan gangguan mental yang dialaminya berkurang, tidak mudah putus asa, mampu menerima keberadaan dirinya, mampu bersosialisasi, mampu memperbaiki hubungan dengan keluarga, dan mampu mengindentifikasi tujuan hidupnya.

Penelitian lain yang dilakukan Fatma Husna (2022) bahwa Terapi suportif kelompok merupakan jenis psikoterapi yang efektif untuk menurunkan kecemasan keluarga merawat anak retardasi mental.


Terapi Suportif masyarakat dengan riwayat pasca stroke di Kelurahan Cawang sebagai judul kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dosen bersama mahasiswa Prodi Pendidikan Profesi Keperawatan Program Sarjana Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia dilakukan di Kelurahan Lantai 1 dengan mengundang masyarakat yang memiliki riwayat pasca stroke dan kader.

Adapun dosen yang hadir adalah Ns. Balbina Antonelda Marled Wawo, M.Kep., Sp.Kep.J (ketua PkM) dan Ns. Yanti Anggraini, M.Kep., Sp.Kep.KMB (Anggota). Sedangkan mahasiswa yang dilibatkan antara lain Widia Putri Giawa dan Lutrisia Maria Klaret Mba yang keduanya merupakan mahasiswa tingkat akhir dan tingkat satu.

Kegiatan PkM dibuka oleh Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Cawang Bapak Gunarto didampingi bapak Muhamad Navis dari Bidang Kesejahteraan. PkM dilaksanakan pada hari kamis tanggal 12 Juli 2026. Masyarakat yang dihadirkan adalah 15 orang dengan kategori riwayat pasca stroke minimal 1-20 tahun yang akan mengikuti TS, edukasi perawatan pasca stroke, dan latihan ROM.

Kegiatan PkM diawali dengan pengukuran tekanan darah dan DASS yang bertujuan memvalidasi kondisi fisik dan mental lansia dalam kondisi yang sehat atau tidak depresi dan hasil yang diperoleh semua berada dalam rentangan yang normal atau tidak depresi. TS dipimpin oleh Ns. Balbina Antonelda Marled Wawo, M.Kep., Sp.Kep.J dengan mengeksplore pengalaman masyarakat riwayat pasca stroke tentang riwayat penyakit stroke, riwayat dirawat di rumah sakit, hambatan selama pengobatan dan perawatan, dan masalah yang menjadi prioritas untuk diselesaikan. Setelahnya dilanjutkan dengan edukasi perawatan pasca stroke dan latihan ROM yang dipimpin oleh Ns. Yanti Anggraini, M.Kep., Sp.Kep.KMB. Kegiatan PkM ini ditutup dengan pengisian form tingkat pengetahuan tentang perawatan pasca stroke.

Masyarakat dengan riwayat pasca stroke dan kader sangat antusias mengikuti kegiatan PkM dan memberikan umpan balik positif terhdap kegiatan sebagai evaluasi bagi dosen dan mahasiswa yang melakukan PkM. Pihak kelurahan di akhir acara juga menyampaikan bahwa terapi ini merupakan bentuk inovasi yang bernilai mahal dari dunia pendidikan sebagai bentuk transfer ilmu yang bermanfaat dan langsung bisa diterapkan oleh masyarakat dalam hal ini adalah masyarakat pasca stroke.

Hasil dari evaluasi tingkat pengetahuan dikategorikan cukup tinggi dalam melakuka perawatan pasca stroke. Segala bentuk pendapat dan solusi yang disampaikan peserta baik dirangkum dan akan diintegrasikan ke dalam bahan ajar terkait.

Facebook Comments Box
Ayo Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Markus Tan Resmi Diwisuda, Raih Predikat Cumlaude di STT IKAT

Sat Feb 14 , 2026
Majalahgaharu Jakarta, 13 Februari 2026 — Suasana khidmat dan penuh sukacita mewarnai Sidang Terbuka Wisuda Sekolah Tinggi Teologi IKAT (STT IKAT) yang digelar di Gedung Forum, Jakarta. Dalam momen bersejarah tersebut, Markus Tan resmi diwisuda dan berhasil meraih predikat Cumlaude. Dengan mengenakan toga kuning beraksen biru serta selempang bertuliskan Cumlaude, […]

You May Like