
Penyakit jantung merupakan suatu kondisi terjadinya gangguan pada jantung yang disertai dengan penurunan fungsi yang mempengaruhi kerja jantung dan pembuluh darah termasuk penyakit jantung koroner, aritmia, gagal jantung dan penyakit arteri perifer yang seringkali terjadi tanpa gejala. Salah satu penyakit jantung yang sering terjadi mendadak adalah infark miokard (serangan jantung ) dengan gejala yang khas meliputi nyeri dada, sesak napas, palpitasi, dan keringat dingin. Penyakit jantung disebabkan oleh kondisi medis seperti hipertensi, hiperlipidemia, hiperglikemia, pola makan tidak sehat dan gaya hidup.
Angka kejadian penyakit jantung di Indonesia meningkat signifikan. Data Riskesdas 2018 menunjukkan peningkatan prevalensi penyakit jantung dari 0,5% (2013) menjadi 1,5%. Provinsi DKI Jakarta menduduki peringkat ke-11 penyakit jantung terbanyak yaitu 40.210 kejadian. Data Riskesdas secara umum di Indonesia mendapati masyarakat berusia muda sudah mengalami penyakit jantung yaitu 33-44 tahun (1,3%) sedangkan berusia >45 tahun sebanyak 15,6%. Penduduk perkotaan memiliki prevalensi lebih tinggi (1,6%) dibandingkan pedesaan (1,3%).

Deteksi dini dan upaya pencegahan pada penyakit jantung dilakukan melalui deteksi faktor resiko berdasarkan Parameter tekanan darah, cek glukosa darah, cek kolesterol, pengukuran tekanan darah sedangkan deteksi penyakit jantung dan riwayat pernah mengalami penyakit jantung dilakukan dengan pemeriksaan rekam jantung (EKG). Upaya pencegahan penyakit jantung dilakukan melalui pemberian edukasi kesehatan tentang diet seimbang, gaya hidup sehat. Selain deteksi dini dan upaya preventif, masyarakat yang memiliki resiko tinggi penyakit jantung maupun yang sudah terdeteksi memiliki penyakit jantung perlu mendapat dukungan psikososial untuk mengatasi kecemasan dan mendapatkan edukasi upaya untuk meningkatkan kualitas hidup yang baik sehingga masyarakat dengan penyakit jantung tetap bisa sehat secara mental dan psikososial dalam interaksi bermasyarakat.
“Deteksi dini dan upaya prefentif penyakit jantung serta dukungan psikososial pada masyarakat di Kecamatan Kramatjati” sebagai judul kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dosen bersama mahasiswa Prodi Pendidikan Profesi Keperawatan Program Sarjana dan Profesi Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia dilakukan di GPIB Jemaat Horeb Ruang Musa bertempat di Jalan Raya Bogor nomor 2B Kramatjati Jakarta Timur dengan mengundang masyarakat yang memiliki riwayat hipertensi dan penyakit jantung. Adapun dosen yang hadir adalah Ns. Yanti Anggraini, M.Kep., Sp.Kep. M.B (ketua), Ns. Balbina Antonelda Marled Wawo, M.Kep., Sp.Kep.J (anggota), Ns. Vitta Margareth Philipus, M.Kep.,Sp.Kep.M.B., dan Dr. Meilinda Remelia, S.Si.,M.Biomed Sedangkan mahasiswa yang dilibatkan antara lain Devika dan Helen yang keduanya merupakan mahasiswa tingkat satu. Kegiatan PkM dibuka oleh Ketua Panitia Kegiatan Pemeriksaan Kesehatan gratis Lansia Jemaat Horeb didampingi pihak Puskesmas Keramatjati. PkM dilaksanakan pada hari jumat tanggal 19 Juni 2026. Masyarakat yang dihadirkan adalah 30 orang dengan kategori riwayat hipertensi minimal 1-20 tahun yang akan mendapatkan edukasi, pre dan post test, dan deteksi dini meliputi pemeriksaan tanda-tanda vital antara lain tekanan darah, frekuensi nadi, berat badan, nilai kadar glukosa dalam darah, nilai kadar asam urat, dan nilai kadar kolesterol. Setelah terdeteksi memiliki tanda gejala penyakit jantung maka diteruskan dengan skrining status kesehatan jiwa menggunakan self reporting questionarre.
Kegiatan PkM diawali dengan pemberian soal untuk melihat tingkat pengetahuan masyarakat tentang penyakit jantung, faktor risiko, pencegahan serta masalah psikososial yang dapat dialami selama memiliki riwayat penyakit hipertensi dan jantung. Soal diberikan dalam bentuk pre dan post test sebelum dan sesudah masyarakat diberikan edukasi. Dilanjutkan dengan melakukan pengukuran berat badan, tekanan darah, frekuensi nadi, nilai kolestrerol, nilai asam urat, dan nilai kadar glukosa dalam darah. Kemudian ditutup dengan skrining status kesehatan jiwa serta terapi manajemen stress. Edukasi tentang konsep penyakit jantung diberikan oleh Ns. Yanti Anggraini, M.Kep., Sp.Kep.M.B, edukasi tentang faktor risiko penyakit jantung diberikan oleh Dr. Meilinda Remelia, S.Si.,M.Biomed, edukasi tentang pencegahan penyakit jantung diberikan oleh Ns. Vitta Margareth Philipus, M.Kep.,Sp.Kep.M.B, dan skrining status kesehatan jiwa dilakukan oleh Ns. Balbina Antonelda Marled Wawo, M.Kep., Sp.Kep.J, sedangkan Deteksi dini dan pemberian soal pre dan post test dilakukan secara bersama dibantu oleh mahasiswa.
Masyarakat dengan riwayat hipertensi dan penyakit jantung sangat antusias mengikuti kegiatan PkM dan memberikan umpan balik positif terhdap kegiatan sebagai evaluasi bagi dosen dan mahasiswa yang melakukan PkM. Pihak Puskesmas dan Gereja di akhir acara juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk inovasi yang bernilai mahal dari dunia pendidikan sebagai bentuk transfer ilmu yang bermanfaat dan langsung bisa diterapkan oleh masyarakat dalam hal ini adalah masyarakat dengan riwayat penyakit hipertensi dan jantung. Hasil dari evaluasi tingkat pengetahuan dikategorikan cukup tinggi tentang konsep penyakit jantung, faktor risiko, pencegahan penyakit jantung, dan masalah psikososial yang dapat dialami masyarakat dengan riwayat hipertensi dan jantung. Segala bentuk pendapat dan solusi yang disampaikan peserta dirangkum dan akan diintegrasikan ke dalam bahan ajar terkait. Sebagai rekomendasi dari kegiatan PkM ini yaitu 30% atau 9 orang dengan hasil deteksi dini dirujuk untuk melakukan pemeriksaan EKG di Puskesmas Kramatjati.
