Jelang Kongres 36 Tahun 2018: PP GMKI Minta Doa Restu Gubernur DKI Jakarta

Ayo Bagikan:

Jakarta majalahgaharu.com Pengurus Pusat GMKI bersama dengan Badan Pengurus Cabang GMKI Jakarta dan Panitia Kongres ke 36 GMKI bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta, Drs. H. Djarot Saiful Hidayat, MS. pada hari Selasa, 3 Oktober 2017. Pertemuan yang membahas pelaksanaan kongres ini diadakan di kantor Gubernur DKI Jakarta.

Alan Singkali, Sekretaris Umum PP GMKI menyampaikan rencana pelaksanaan Kongres ke 36 dan meminta doa restu serta dukungan dari Gubernur.

“Kongres ke 36 akan diadakan tahun 2018 dan sebagai tuan rumah adalah GMKI Cabang Jakarta”, sambung Alan.

Dalam hal ini, Gubernur DKI Jakarta yang sering di sapa dengan “Pak Djarot” mendukung kegiatan kongres yang akan dilaksanakan tahun 2018 mendatang.

Gubernur mengatakan, dalam pelaksanaan kongres biasanya membahas dua agenda, yang pertama adalah isu internal GMKI berupa kuantitas dan kualitas dan yang kedua adalah isu eksternal GMKI sebagai medan layan di bangsa ini.

Kegiatan substansi harus menjadi fokus dari GMKI, memetakan persoalan bangsa dan memberikan kontribusi bagi negara.

Djarot juga mengatakan, sebagai anak muda dimasa millenial ini, kita harus mampu bersaing dan menunjukkan kemampuan. Zaman yang serba teknologi akan semakin mempermudah pengerjaan, sementara karyawan tidak diperlukan lagi. Teknologi akan membuat manusia semakin eksklusif dan semakin liberalis. Dengan perkembangan teknologi ini, juga merupakan titik kritis yang dapat menyebabkan anak muda khususnya kalangan mahasiswa semakin malas untuk berinteraksi langsung, bersosial dan bergotong royong. Tantangan saat ini adalah bagaimana anak muda mampu memanfaatkan teknologi dengan benar.

“Dalam bonus demografi yang akan terjadi pada tahun 2020-2030 merupakan peluang yang besar bagi anak muda apabila kita siap menghadapi. Namun akan menjadi bencana apabila tidak mampu bersaing yang mengakibatkan pengangguran. Dengan zaman millenial sekarang, kita harus mampu dan siap menjadi entrepreneurship mudabaik dipertanian, peternakan, perikanan, property, dll adalah jawaban yang pas dalam menjawab keadaan saat ini”, sambung Djarot

Kondisi keberagaman saat ini juga sering menjadi keributan mulai dari anak- anak hingga orang tua. Ujaran kebencian semakin banyak diproduksi dan diskonsumsi, semntara ujaran perdamaian semakin merosot dalam bangsa ini. Hal ini akan semakin merusak moral dan mental bangsa. Inilah yang harus kita jawab melalui kongres GMKI nantinya”, sambung Djarot.

Djarot menambahkan, Yang menjadi tumpuan bangsa saat ini ada dalam tangan anak muda. Bagaimana anak muda supaya tidak gampang terprovokasi dan tetap menjaga keberagaman yang ada dengan ideologi Pancasila.

Facebook Comments
Ayo Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *