Doa Bersama Untuk Thomas Lembong dan Keadilan Indonesia

Ayo Bagikan:

MajalahGaharu – Komunitas lintas iman, juga  Barisan Indonesia Satu (Berani1) dan Koalisi Nasional Perempuan Indonesia (KNPRI) mengadakan doa bersama untuk untuk Thomas Lembong dan keadilan untuk Indonesia. Doa bersama diselenggarakan di Resto Coba Rasa, Jakarta, 22/07/2025.

Sebagai salah satu penggagas Pdt Shepard Supit menyampaikan bahwa doa bersama ini dilakukan untuk mengawal Tom Lembong untuk banding yang hari ini dilakukakan.
Kita dukung dengan doa bersama. Bergerak karena kepedulian bersama. Untuk masalah keadialan dna kebenaran kita tidak ada sekat. Secara akidah berbeda tapi untuk keadilan kita bisa berjuang.

“Pak Tom itu Katolik, kami dari Kristen seharusnya punya keterbebanan yang lebih. Dia lulusan terbaik Universitas Harvard dan istri bangkir di Singapura. Sudah punya usaha. Dia hanya mengabdi di Indonesia,” paparnya.

Lebih jauh, kata Shepart, kebenaran itu seperti fajar, tidak ada yang bisa menahan. “Saya merasa bagian dari Tom Lembong. Sekarang ini ada kemerosotan di Indonesia termasuk di kekristenan terkait segalanya uang. Seharusnya ada lebih dari uang yakni kesetian memperjuangkan kebenaran.

“Kemarin di sidang Pak Tom menjawab dengan baik dan sabar. Sekalipun diputar-putar sana sini. Saya juga bayangkan seperti Yesus, tidak bersalah tapi dihukum. Diperhadapkan dengan pemerintah, Filatus mengatakan tidak mendapati satu kesalahan. Ada kemiripan dalam kasus ini.”

Pdt. Shepart meminta pemerintah tidak boleh cuci tangan di Indonesia. Kita mendukung  Presiden Prabowo seorang patriot yang berjanji menegakkan kebenaran dan keadilan. Hari ini dengan tim penasihat ajukan banding kita berjuang keadilan Indonesia.

Kita berkumpul dari berbagai elemen, berdoa bersama untuk Tom Lembong. Khusus Pak Lembong hari ini sudah masuk banding, kita ingin para jaksa dan hakim mengadili dengan seadil-adilnya. Karena mata dunia melihat ke Indonesia. Keadilan jangan muncul terbalik, di Kristen ada kisah seperti ini di Habakuk.
Jadi kita berharap keadilan ditegakkan di Indonesia. Kita ingin masa depan anak cucu kita. Kita tidak mau Indonesia tidak adil. Kasus Pak Tom ini ada yang janggal. Kita dukung doa, negara menyediakan ruang untuk mencari keadilan. Kita doakan jaksa dan hakim dikuasai roh kebenaran memutuskan dengan adil.

“Kami apresiasi untuk terus berjuang seperti ibu-ibu ini, tidak lelah suara dengan biaya sendiri. Kami mendorong seluruh rakyat Indonesia untuk ikut bersuara, sambil memohon ke Tuhan, terus berjuang untuk keadilan.”

Senada dengan itu, Mery dari KNPRI mengungkapkan bahwa kita berjuang dengan ketulusan. Perjuangan dengan terus sampai keadilan ditegakkan.

“Kami memulai terjun pada November 2024 pada masa pra peradilan. Kenapa harus Pak Tom Lembong yang diciduk Mendag yang lain tidak demikian seperti Rahmat Gobel, Enggarlawaskito dan Zulkifli Hasan. Kebijaka mereka lebih banyak import,” ungkapnya mempetanyakan.

Ketika mahasiswa tidak bergerak maka yang emak-emak saja turun. “Itu tanggung jawab kami melindungi anak cucu. Kami ada, hanya bersuara saat tidak ada ketidakadilan. Kami tadi ikut bergerak mendampingi pengacara Pak Tom Lembong untuk memasukkan memori banding,” ujarnya.

Sementara Ketua Berani Satu Firda Deviyanty setuju untuk memperjuangkan keadilan yang seadil-adilnya. Apalagi Tom Lembong ini tidak ada salah.

“Kita berdoa bersama agar Pak Tom bebas nanti. Seperti perkataan Prabowo memberi seadil-adilnya. Pak Tom Lembong seorang pribadi yang baik, dia nothing to lose. Cuman hal-hal seperti ini tidak tahu mau kemana cari keadilan,” tutur perempuan pernah caleg dari Nasdem di Jakarta.

Pemimpin kita memimpin Indonesia ke masyarakat lebih baik. Semua putusan bisa berdasarkan keadilan. Pertemuan ini ditutup dengan doa bersama baik secara Kristen, Islam dan lainnya.

Facebook Comments Box
Ayo Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Ketua PGLII DKI Klarifikasi dan Luruskan Berita Anggota DPRD DKI Farah Safira Minta Agar Pdt. R. B. Rory Tunduk SOP, “Itu Tidak Benar.”

Mon Jul 28 , 2025
MajalahGaharu.com – Ketua Umum PGLII DKI Jakarta Pdt. Dr. R. B. Rory merasa perlu untuk meluruskan pemberitaan hasil pertemuan beberapa waktu lalu yang menyudutkan pihak PGLII, sebagai bentuk Hak-Jawab (Right of Reply ). Pada hari Selasa, 22 Juli 2025, bertempat di Ruang Rapat Fraksi Partai Golkar DPRD DKI berlangsung pertemuan […]

You May Like