Majalahgaharu IAKN Kupang (Kemenag) Sebuah gagasan teologis yang mendalam menggema dalam ruang wisuda Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang saat Dr. Oscar Lumban Tobing, M.Th., menyampaikan orasi ilmiahnya pada prosesi Wisuda ke-7 pada Senin (30/06/2025). Melalui tema “Hospitalitas Intensional: Ide dan Praksis Moderasi Beragama dalam Perspektif Kristen”, Dr. Oscar mengajak seluruh hadirin terutama para lulusan—untuk memaknai kembali makna keberagaman melalui lensa iman yang aktif dan terbuka.
Dikenal sebagai akademisi yang berpijak kuat pada Alkitab sekaligus pelayan jemaat yang berpandangan jauh ke depan, Dr. Oscar menyoroti urgensi hospitalitas yang dijalankan secara sadar dan terencana dalam konteks pluralitas Indonesia. “Moderasi beragama tidak lahir dari kebetulan. Ia harus dirancang, dikerjakan, dan dipertahankan dengan kesungguhan iman,” tegasnya dalam orasi yang disambut hangat para undangan.

Sebagai Doktor Teologi bidang Perjanjian Lama lulusan Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi Jakarta, Dr. Oscar juga merupakan penerima beasiswa dari Direktorat Jenderal Bimas Kristen Kemenag RI. Ia pernah memperluas wawasan akademiknya melalui program studi Alkitab di Protestante Theologische Universiteit (PThU) Groningen, Belanda. Tak hanya aktif di kampus, Dr. Oscar juga melayani sebagai Pendeta Gereja Anglikan Indonesia dan menjadi penghubung kerja sama antara IAKN Kupang dan National University of Singapore.
Dalam orasinya, ia menekankan bahwa hospitalitas sebagai nilai Kristen harus dilakukan secara intensional—artinya, dilakukan dengan tujuan, niat, dan kerangka pikir yang jelas. Ia menyebut tiga ciri utama hospitalitas intensional:
Pertama, Dirancang secara teologis: Bersandar pada narasi Alkitab yang progresif, mulai dari nubuat para nabi hingga inkarnasi Kristus.
Kedua, Dihidupi secara nyata: Praktik keramahtamahan menjadi bagian dari sejarah keselamatan dan berdampak langsung bagi kehidupan sosial lintas iman.
Ketiga, Dijalankan secara aktif: Menyambut dan merangkul perbedaan sebagai bagian dari karya penyelamatan Allah yang terus berlangsung melalui Roh Kudus.
“Hospitalitas dalam kekristenan bukan sekadar menyambut orang lain. Ia adalah tindakan spiritual yang dilandasi oleh kasih ilahi, yang terus-menerus memanggil kita untuk hadir secara aktif di tengah keberagaman,” ujarnya penuh semangat.
Dengan pendekatan ini, Dr. Oscar mengajukan hospitalitas intensional sebagai jalan moderasi beragama yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktis dan kontekstual. Ia menegaskan bahwa di tengah dinamika dunia global yang sarat dengan polarisasi, umat Kristen harus tampil sebagai pembawa damai, bukan hanya dengan kata-kata, tetapi melalui kehadiran yang direncanakan dan berdampak.
Orasi ilmiah ini menjadi sorotan penting dalam rangkaian Wisuda ke-7 IAKN Kupang, membekas sebagai pesan moral dan teologis yang akan dibawa para wisudawan dalam perjalanan pelayanan mereka di tengah masyarakat majemuk. “Hospitalitas intensional adalah panggilan gereja masa kini—untuk hadir bukan sebagai penonton, tapi sebagai pelaku kasih dalam dunia yang retak,” pungkasnya.*
Penulis : Merling Messakh & Devrialdo Pa’at

