Bagaimana Persepuluhan Berpotensi Menindas Jemaat Miskin?

Ayo Bagikan:

Oleh Tjia Timotius

Majalahgaharu Jakarta Sejak persepuluhan diwajibkan dalam hukum Taurat, sejak itu persepuluhan menjadi bagian dari hukum Taurat. Dan sebagai bagian dari hukum Taurat, persepuluhan sudah ikut berakhir, seiring dengan berakhirnya pemberlakuan hukum Taurat (Lukas 16:16, Efesus 2:15, Galatia 3:24-25, Roma 10:4 KJV, Ibrani 7:18).

Tapi mungkin ada yang bersikeras tetap mempertahankan dan memberlakukan di gerejanya, ya sudah, tanggungjawab dengan Tuhan sendiri. Namun saya ingin mengingatkan bahwa pengajaran persepuluhan yang sengaja membiarkan jemaat memahaminya keliru akan membawa konsekuensi di hadapan Tuhan; khususnya yang berakibat intimidasi, pemaksaan, penindasan atau penipuan terhadap jemaat Tuhan yang miskin.

Contoh salah satu hukum persepuluhan, Imamat 27:30, 32 demikian juga segala persembahan persepuluhan dari tanah, baik dari hasil benih di tanah maupun dari buah pohon-pohonan, adalah milik TUHAN; …
Mengenai … persembahan persepuluhan dari lembu sapi atau kambing domba, maka dari segala yang lewat dari bawah tongkat gembala waktu dihitung, setiap yang kesepuluh harus menjadi persembahan kudus bagi TUHAN.

Obyek persembahan persepuluhan berdasar Alkitab adalah hasil dari benih di tanah, hasil bumi tertentu, dan hasil ternak tertentu, misalnya lembu sapi atau kambing domba; orang yang punya 9 ekor lembu sapi tidak perlu memberi, kalau dia mempunyai 10 ekor baru wajib memberi. Artinya hanya orang yang berpenghasilan lebih (kaya) saja yang berkewajiban memberi; orang miskin tidak berkewajiban memberi, bahkan merekalah yang seharusnya berhak menerima persembahan persepuluhan dari Saudara mereka yang kaya.

Bagaimana praktek yang terjadi di gereja Saudara? Apakah terjadi penyimpangan atau pembiaran terhadap kesalahan yang ada? Coba tanya bagaimana perasaan hati mereka pada waktu tidak mampu memberikan persepuluhan karena penghasilan yang merosot di bawah 2juta / bulan sementara harus membayar kontrakan rumah, sekolah anak, susu anak. Bukankah membiarkan ini terjadi adalah kejahatan di mata Tuhan?

Yesaya 1:17 belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda!

Yesaya 58:6-7 … yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk,
supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!

Amsal 24:12 Kalau engkau berkata: “Sungguh, kami tidak tahu hal itu!” Apakah Dia yang menguji hati tidak tahu yang sebenarnya? Apakah Dia yang menjaga jiwamu tidak mengetahuinya, dan membalas manusia menurut perbuatannya?

Demikian, semoga tulisan ini boleh menjadi perenungan kita bersama dan mencerahkan hati dan pikiran kita semua untuk menjadi lebih baik. Amin. GBU.

Sby, 100726.

 

Facebook Comments Box
Ayo Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Mohammad Hatta Keheningan Dan Kesetiaan

Fri Jul 17 , 2026
Oleh : Mikhail Adam (Peneliti Ekopol di Nusantara Centre). Majalahgaharu Jakarta Merayakan Indonesia dan membuatnya menjadi “raya serta jaya.” Inilah tema program Nusantara Centre pada bulan juni-juli ini (2026). Program yang disusun untuk menyambut kemerdekaan ke-81. Dan, cara kami merayakannya adalah membuat kelas jenius pikiran para pendiri republik, membukukannya, memfilemkannya […]

You May Like