Harti Hartidjah S.E., S.H., M.Th., MK.n Peristiwa Bunuh Diri Anak di NTT Menjadi Perhatian Bersama Agar Tak Terulang

Ayo Bagikan:

Harti Hartidjah kaos pink (tengah) saat berbagi bantuan di Sumatera Utara

Majalahgaharu Jakarta Seorang siswa kelas IV SD berinisial YBR (10) di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri. Di lokasi kejadian, aparat menemukan surat perpisahan yang ditujukan kepada ibunya.

Surat tersebut ditulis menggunakan bahasa daerah Bajawa. Dalam pesannya, korban menyebut ibunya bersikap pelit dan meminta agar tidak perlu menangisi kepergiannya. Surat itu diamankan polisi sebagai barang bukti saat proses evakuasi jenazah dari pohon cengkih.

Terkait tragedi bunuh diri seorang anak, Harti Hartidjah pemerhati ibu dan anak yang tinggal di Jakarta menegaskan sangat terpukul atas peristiwa yang dialami oleh keluarga di Ngada tersebut.

“Saya sebagai aktivis perlindungan ibu dan anak dengan kejadian bunuh diri anak berusia 10 tahunitu tentu saya sangat terpukul atas peristiwa ini”, ujar ibu yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial ini.

Lanjut Harti peristiwa ini merupakan tamparan kita semua jajaran pemerintahan. Karena tidak semestinya hal tragis ini terjadi, mengingat kita ini bangsa yang memiliki kekayaan alam yang kaya. Maka berangkat adanya kejadian ini bisa menjadi pekerjaan pemerintah, untuk memberikan uluran tangannya.

Program pemerintan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo sudah sangat baik, kata Harti terutama dalam memperhatikan anak-anak sekolah, khususnya dengan program pemberian makanan bergizi gratis. Karena dengan program makanan bergizi itu akan meningkatkan nilai ketahanan tubuh bahkan dengan makanan yang bergizi itu akan  meningkan kecerdasan pada anak-anak.

Sebagai seorang ibu sekaligus sebagai pemerhati ibu dan anak, Harti berpesan kepada para pejabat yang terkait yang berkaitan dengan program-program pemerintah termasuk MBG ini, di mana pejabat harus mampu melaksanakan tugas dengan baik.

Bukan saja di sektor pendidikan saja tetapi di lintas sektor seperti program kesehatan, program sosial dan lain sebagainya harus lebih bekerja keras, sehingga program yang sudah baik itu benar-benar bisa dinikmati masyarakat.

Tak bisa dipungkiri bahwa masih banyak anak-anak di berbagai pelosok negri ini yang menunggu uluran tangan pemerintah.

Sekali lagi Harti sangat prihatin atas tragedi anak gantung diri, sedangkan usianya saja baru 10 tahun tetapi sudah mengalami depresi sangat berat hingga memilih bunuh diri. Atas peristiwa ini, menjadi perhatian bersama bukan saja pemerintah tetapi sebagai sesama anak bangsa sebagainya agar lebih peduli lagi.

Sehingga kejadian seperti ini tak akan terulang kembali dan bagi ibu-ibu Harti berpesan untuk tidak menganggap sepele jika anak berkeluh kesah, tetapi sebaiknya tetap memperhatikan dan berupaya memahami apa yang menjadi persoalan yang dihadapi anak, pungkasnya berpesan.

Penulis YM

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Facebook Comments Box
Ayo Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Sahat Sinurat: PSI Satu-Satunya Partai yang Menjadi Rumah Politik Jokowi

Wed Feb 11 , 2026
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menegaskan akan bekerja keras mati-matian untuk memenangkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) saat menyampaikan arahan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) beberapa waktu lalu. Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPW PSI Sumatera Utara Sahat Martin Philip Sinurat, menyampaikan bahwa pernyataan Jokowi […]

You May Like