Majalahgaharu Depok Asosiasi Pendeta Indonesia (API) menggelar felowship perdana, 23 Februari 2026, bertempat di (GBP ) Gereja Bethel Pembaharuan di Cimanggis Depok, yang digembalakan Pdt Natanael Alfred.
Acara diawali dengan puji dan penyembahan dipandu Pdt Sendy dan Singer Pdt Rocky, dilanjutkan dengan doa pembukaan oleh Pdt Yohanes Budi. Sedangkan kesaksian pujian dibawakan VG GBI Siliwangi 3B Depok.
Ev.Jhon Sumampow yang dikenal sebagai pimpinan lokasi wisata taman Safari yang sudah banyak membuka kawasan wisata di berbagai daerah di Indonesia ini. Ev John yang disapa dengan Om John ini dalam renungan yang disampaikan mengambil tema gembakanlah domba-dombaku.
Om Jhon mengawali kotbahnya dengan pertanyaan kepada para gembala API di Depok : “Apakah gembala – gembala API Depok sungguh-sungguh mencintai dan mengasihi Tuhan Yesus ? Pertanyaan ini diajukan sampai 3 kali, Jawabnya : Gembalakan domba-dombaku”, Yohanes 21 : 15 – 19.
Apa yang terjadi saat peristiwa di Yohanes 21, sampai Tuhan Yesus mengulang – ulang pertanyaan yang sama. Apakah kita masih memiliki kasih Agape? Di taman safari saat ini, ada fasilitas gereja, ada gembala khusus yang memimpin. Tetapi suatu hari ada peristiwa, ada kasus viral yang menguras emosi, yang harus dievaluasi ulang, harus direvisi. Di tahun 2025, para mantan member TSI ada banyak pertanyaan – pertanyaan yang intinya menyerang kebijaksanaan pengelola TSI.
Saat itulah om Jhon mulai menyadari, “Mengapa hal ini harus terjadi, kita harus mereview ulang, akan panggilan Tuhan, untuk mulai memuridkan para mantan pemain sirkus taman safari yang sudah putus hubungan”
Kata om Jhon, sebagai gembala di gereja, karyawan / pemimpin di kantor atau di rumah, kita lihat agenda khusus kita, Siapa yang harus bertanggung jawab memuridkan jemaat atau menggembalakan mereka, siapa yang harus memonitoring mereka? Apapun kesibukannya, kita punya tanggung jawab, harus menggembalakan, memonitoring jemaat kita, keluarga kita, teman kita dan rekan kita atau siapa saja yang kita kenal”.
“Tuhan Yesus menggambarkan orang percaya yang percaya, seperti domba – domba yang hilang. Di pemuridan harus ada shering firman, harus ada Akuntabilitas, ada monitoring, ada pengajaran, harus ada keteladan untuk para domba, para murid-muridnya”, kata om Jhon
2. Memberikan Domba Dengan Makanan Rohani.
Kata om Jhon: “Ketika kita shering tentang Firman Tuhan kita harus tawarkan makanan rohani untuk para domba. Terkadang para bomba tersebut cenderung ingin mendekati bahaya, sebagai gembala harus peka, harus cekatan, dan berani menegur domba yang hidupnya melenceng, jika tidak mau menegor kebalikanya kita sebagai gembala yang akan ditegor oleh domba kita, anak rohani kita.
Gembala harus menjadi Bapa yang sejati, harus menyediakan waktu khusus untuk memonitoring domba dombanya. Gembala harus menerima segala keluhan keluhan anak – anak rohani, sediakan waktu, itu adalah harga yg harus kira bayar sebagai gembala yang baik. Tugas gembala harus tahu melihat dombanya, anak didiknya atau staf – stafnya di kantor”
Selain itu om Jhon berkata : “Selain kita sibuk mengurus bisnis, pekerjaan kantor, kita juga dituntut untuk mengurus urusan rohani mereka, anak rohani kita, keluarga kita, supaya mereka bisa bekerja dengan maksimal dan benar. Urusan penggembalaan bukan menjadi menjadi tanggung jawab gembala saja, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama, jika terjadi kesalahan, kita tidak saling menyalahkan, harus saling koreksi diri”.
“Jangan salahkan jika karakter domba kita menjadi kurang baik, itu dikarenakan penggembalaannya kita tidak berjalan dengan baik. Petrus bertanya dalam hatinya kepada Yesus, “Mengaapa cuma saya yang ditanya okeh Yesus tentang penggembalaan domba-domba, demikian juga kita berkata : “Mengapa harus saya yang menggembalakan domba ini, jemaat ini, walaupun mungkin ada gembala gereja yang harus bertanggung jawab. Kita hanya pelayan atau karyawan biasa, atau sebagai pemimpin di suatu perusahaan juga harus punya komitmen dan tanggung jawab untuk menggembalakan domba-domba, staf karyawan kita, anak rohani kita”
Dalam mengakhiri renungannya om Jhon menyaksikan bahwa keberhasilan Taman Safari Indonesia, adalah hasil dari pengembalaan para misionaris dari Amerika. Dasar penggembalaan dan pelayanan kita adalah Alkitab – Firman Tuhan. Mari kita sebagai gembala jemaat bisa menerbitkan, melahirkan domba domba yang super, domba yang mengasihi Tuhan Yesus. Mari kita saling menjaga dan merawat para domba kita, jangan saling tarik menarik domba jemaat lain, fokus dengan penggembalaan kita”, kata om Jhon
Ketua API Depok, Pdt Roland M Samuel pesannya mengatakan penggembalaan adalah tanggung jawab masing – masing pendeta setempat, gembala harus rela berkorban, siapapun yang memimpin API harus memiliki hati gembala, bukan seorang gembala upahan
Pada kesempatan tersebut Heni Hermayanti, sales marketing memberikan presentasi Wisma Kinasih Tapos Cimanggis Depok, “Kinasih Resort depok menempati areal seluas 10 hektar, menyediakan fasilitas pelayanan untuk acara retreat, rekreasi, pertemuan, sosial, pernikahan dan sebagainya.
Reforter : Pdt Andreas Poniman , S.Th, S.PDk

